‹ Semua renungan

Senin, 18 Oktober 2027

Hanya Lukas yang Tinggal

Ketika sakit panjang datang, daftar kenalan yang panjang diam-diam menyusut menjadi daftar yang sebenarnya: siapa yang sungguh datang menemani. Banyak kenalan, sedikit yang tinggal.

Paulus yang tua, dipenjara, menulis kepada Timotius dengan nada getir: Demas mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Kreskes pergi, Titus pergi. Lalu menyusul satu kalimat pendek yang menghangatkan: hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Lukas, sang tabib, memilih tinggal di sisi tahanan tua yang tidak lagi menjanjikan apa-apa.

Hari ini kita merayakan pestanya. Lukas tidak termasuk kelompok dua belas rasul. Ia tidak pernah bertemu Yesus semasa hidup-Nya di dunia. Tetapi dari ketekunannya menemani dan mencatat, lahirlah Injil ketiga dan Kisah Para Rasul. Berkat dia kita mengenal kisah anak yang hilang, orang Samaria yang baik, dan Magnificat Maria. Penginjil kaum kecil, penginjil belas kasih.

Injil hari ini pas benar untuknya: tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Pekerja tuaian tidak selalu berarti pengkhotbah besar. Kadang bentuknya sederhana: seorang tabib yang setia menemani, mendengarkan, menuliskan. Kesetiaan yang diam-diam pun memberitakan Kerajaan Allah.

Siapa yang hari-hari ini membutuhkan kita untuk sekadar tinggal dan menemani?

Tuhan, jadikan aku seperti Lukas: setia menemani dan tekun bekerja di ladang tuaian-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →