‹ Semua renungan

Sabtu, 16 Oktober 2027

Menabur Sebelum Hujan

Petani yang menabur benih selalu mendahului kepastian. Langit belum tentu menurunkan hujan, hama belum tentu absen, harga belum tentu bagus. Tetapi ia menabur juga. Kalau menunggu semuanya pasti, sawah tidak akan pernah ditanami.

Abraham disebut Paulus sebagai bapa semua orang beriman justru karena sikap itu: sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, ia berharap juga dan percaya. Tubuhnya tua, istrinya mandul, dan janji itu berbunyi: keturunanmu akan sangat banyak. Secara hitungan, mustahil. Abraham percaya bukan pada hitungan, melainkan pada Dia yang berjanji, Allah yang menghidupkan orang mati dan menjadikan yang tidak ada menjadi ada.

Kemarin kita diajak untuk tidak takut karena rambut kita pun terhitung. Hari ini Yesus melangkah lebih jauh: jangan takut mengakui Dia di depan manusia. Bahkan bila diseret ke majelis-majelis, jangan kuatir tentang apa yang harus dikatakan, sebab Roh Kudus akan mengajar pada saat itu juga. Lagi-lagi pola yang sama: melangkah dulu, pertolongan datang pada waktunya. Bukan sebaliknya.

Iman memang selalu berjalan mendahului bukti, seperti benih mendahului hujan.

Adakah langkah baik yang sedang kita tunda karena menunggu semuanya pasti?

Allah Abraham, ajarilah aku menabur dalam ketidakpastian, sebab janji-Mu lebih pasti daripada segala hitunganku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →