Jumat, 15 Oktober 2027
Hitungan Rambut
Tidak ada orang yang tahu jumlah rambut di kepalanya sendiri. Kita hanya menyadarinya ketika helai-helai mulai tertinggal di sisir, dan itu pun tidak kita hitung. Terlalu banyak, terlalu remeh.
Justru di situ Yesus menaruh kalimat yang mencengangkan: rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Yang bagi kita terlalu remeh untuk dihitung, bagi Allah cukup berharga untuk dicatat. Burung pipit dijual lima ekor dua duit, semurah itu, dan tidak seekor pun dilupakan Allah. Karena itu jangan takut, kata-Nya. Bukan karena bahaya tidak ada, melainkan karena Bapa tidak pernah lengah.
Teresia dari Avila, yang kita kenang hari ini, merumuskannya dalam doa yang termasyhur: jangan biarkan apa pun menggelisahkanmu, jangan biarkan apa pun menakutkanmu. Solo Dios basta, Allah saja cukup. Ia menulis itu bukan dari hidup yang tenang; karya pembaruannya penuh gejolak dan tentangan. Ketenangannya bukan bawaan lahir, melainkan buah iman.
Abraham dalam bacaan pertama juga begitu: ia percaya, dan kepercayaan itu diperhitungkan sebagai kebenaran. Bukan prestasinya yang dihitung Allah, melainkan imannya.
Apa yang paling menggelisahkan kita hari-hari ini? Bawalah ke hadapan Dia yang bahkan menghitung rambut kita.
Tuhan, Engkau saja cukup bagiku. Ambillah ketakutanku, dan tinggalkanlah damai-Mu. Amin.