Sabtu, 9 Oktober 2027
Pujian yang Dibelokkan
Petani tidak berbahagia karena dipuji orang yang lewat: wah, padinya bagus. Ia berbahagia kalau padi itu sungguh menguning dan lumbungnya terisi. Pujian menyenangkan telinga, panen mengenyangkan rumah.
Kemarin kita mendengar Yesus berbicara tentang rumah hati yang harus diisi. Hari ini seorang perempuan berseru memuji dari tengah kerumunan: berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau! Pujian yang tulus dan indah. Tetapi Yesus membelokkannya: yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya.
Yesus tidak sedang merendahkan ibu-Nya. Justru sebaliknya. Maria berbahagia pertama-tama bukan karena rahimnya, melainkan karena imannya. Ia mendengarkan firman dan menyimpannya dalam hati. Mengandung Yesus hanya dialami satu perempuan; mendengarkan dan memelihara firman terbuka bagi semua orang. Pintu kebahagiaan itu dibuka Yesus lebar-lebar untuk kita.
Kata memelihara itu penting. Nabi Yoel hari ini berbicara tentang sabit dan tuaian yang sudah masak. Tidak ada tuaian tanpa perawatan panjang sebelumnya. Firman yang didengar hari Minggu harus dirawat hari Senin sampai Sabtu. Disiram, dijaga, ditunggui.
Firman mana yang pernah menyentuh hati kita, lalu kita biarkan mati tak terpelihara?
Tuhan, jadikan aku tanah yang baik: mendengarkan firman-Mu, memeliharanya, dan menuainya pada waktunya. Amin.