Jumat, 8 Oktober 2027
Rumah Kosong yang Rapi
Rumah yang lama ditinggal penghuninya cepat rusak, walau bersih. Aneh memang. Rumah yang dihuni, dipakai, dimasak di dalamnya, justru lebih awet. Rumah memang tidak cukup disapu. Rumah harus diisi.
Kemarin kita mendengar janji yang indah: Bapa akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta. Hari ini Yesus menunjukkan mengapa pemberian itu mendesak. Ia bercerita tentang roh jahat yang keluar dari seseorang, mengembara, lalu kembali dan mendapati rumah lamanya bersih tersapu dan rapi teratur. Kosong. Maka ia mengajak tujuh kawannya masuk, dan keadaan orang itu menjadi lebih buruk dari semula.
Ini peringatan tajam bagi hidup rohani. Bertobat bukan hanya soal mengosongkan diri dari dosa. Kalau berhenti di situ, kita hanya menyiapkan rumah kosong yang rapi, siap dihuni kembali penyewa lama beserta rombongannya. Hati yang sudah disapu harus segera diisi: dengan doa, dengan firman, dengan pelayanan, dengan Roh Kudus sendiri.
Tidak ada posisi netral. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, kata Yesus. Hati manusia tidak pernah benar-benar kosong; selalu ada yang mengisinya.
Maka periksalah hari ini: sesudah kita berbenah, siapa yang kita persilakan masuk?
Tuhan Yesus, jangan biarkan hatiku kosong. Masuklah, tinggallah, dan berkuasalah di dalamnya. Amin.