‹ Semua renungan

Senin, 27 September 2027

Ukuran Kota yang Sehat

Bagaimana mengukur sehatnya sebuah kampung? Bukan dari tingginya pagar atau mewahnya mobil yang parkir. Tanda paling jujur justru sederhana: kakek dan nenek berani duduk santai di depan rumah, dan anak-anak bermain di jalan tanpa rasa takut.

Persis begitulah Zakharia melukis Yerusalem yang dipulihkan Allah: "Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ." Bukan benteng, bukan istana. Ukuran kota Allah adalah amannya mereka yang paling rapuh.

Injil hari ini memperlihatkan murid-murid yang mengukur dengan cara lain: mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar. Yesus menjawab dengan menempatkan seorang anak kecil di samping-Nya. Yang terkecil di antara kamu sekalian, kata-Nya, dialah yang terbesar.

Hari ini Gereja mengenang Vinsensius a Paulo. Ia hidup di Paris yang megah, tetapi mengukur kota itu dari bayi-bayi terlantar yang dipungutnya, dari orang miskin dan para narapidana yang dilayaninya. Baginya, orang miskin adalah tuan dan majikan kita.

Coba ukur lingkungan kita dengan penggaris Zakharia: amankah yang tua, gembirakah yang kecil? Lalu ukur juga hati kita sendiri.

Tuhan, jadikanlah aku pembangun kota-Mu, tempat yang lemah merasa aman dan yang kecil boleh bergembira. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →