‹ Semua renungan

Sabtu, 25 September 2027

Biji Mata

Tubuh punya urutan prioritas yang tidak pernah kita pikirkan. Bila ada benda melayang ke arah wajah, tangan otomatis terangkat melindungi mata. Refleks itu tidak diajarkan di sekolah. Tubuh tahu sendiri: mata adalah bagian yang paling berharga sekaligus paling rapuh.

Dengan bahasa itulah Allah berbicara lewat Zakharia tentang umat-Nya: "Siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya." Bukan menjamah milik-Nya, melainkan biji mata-Nya. Allah menempatkan umat-Nya di titik paling peka dari diri-Nya. Menyakiti mereka berarti membuat Allah mengaduh.

Kalau kita seberharga itu di mata Allah, aneh bahwa kita sering takut mendekat. Injil hari ini memotret ketakutan semacam itu. Yesus berkata bahwa Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Para murid tidak mengerti, dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu. Barangkali mereka takut jawabannya menyakitkan.

Kita pun begitu. Ada pertanyaan yang bertahun-tahun tidak berani kita ajukan kepada Tuhan: soal kehilangan, soal doa yang seakan tidak dijawab. Padahal kepada Dia yang menganggap kita biji mata-Nya, pertanyaan paling gelap pun boleh diucapkan.

Apa yang selama ini tidak berani kita tanyakan kepada-Nya?

Tuhan, Engkau menjaga aku seperti biji mata-Mu. Berilah aku keberanian bertanya dan berserah kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →