‹ Semua renungan

Jumat, 24 September 2027

Lebih Megah dari yang Dulu

Bacaan I Hagai 2:1-9 Mazmur Mazmur 43:1-4 Injil Lukas 9:18-22

Di banyak keluarga ada kalimat yang diwariskan turun-temurun: dulu lebih baik. Panen dulu lebih melimpah, tetangga dulu lebih rukun, gereja dulu lebih penuh. Orang Jawa punya keluhannya sendiri: biyen ora ngene, dulu tidak begini.

Kemarin Hagai menyuruh umat naik gunung mengambil kayu dan membangun kembali Rumah Tuhan. Hari ini pekerjaan sudah berjalan, dan muncul masalah baru: orang-orang tua yang pernah melihat kemegahan bait Salomo memandang bangunan baru yang kecil ini dengan hati hancur. "Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?"

Jawaban Allah tegas sekaligus hangat: "Kuatkanlah hatimu... bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu." Lalu janji yang berani: kemegahan rumah ini yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula. Allah tidak tinggal di masa lalu. Karya-Nya yang terbaik belum tentu yang sudah lewat.

Dalam Injil, Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias dari Allah, dan Yesus segera berbicara tentang penderitaan dan kebangkitan. Kemuliaan yang dijanjikan-Nya juga tidak serupa kejayaan masa lampau; ia datang lewat jalan yang tidak disangka siapa pun.

Masihkah kita percaya bahwa hari-hari terbaik bersama Allah ada di depan, bukan di belakang?

Tuhan, lepaskanlah aku dari sekadar merindukan masa lalu, dan kuatkanlah tanganku membangun hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →