‹ Semua renungan

Kamis, 23 September 2027

Pundi-Pundi Berlubang

Bacaan I Hagai 1:1-8 Mazmur Mazmur 149:1-6,9 Injil Lukas 9:7-9

Nabi Hagai punya gambaran yang terasa seperti ditulis kemarin sore: orang bekerja untuk upah, lalu menaruhnya dalam pundi-pundi yang berlubang. Menabur banyak, membawa pulang sedikit. Makan, tidak sampai kenyang. Berpakaian, badan tidak sampai hangat. Sibuk luar biasa, puas tidak pernah.

Apa sebabnya? Hagai menunjuk dengan lugas: "Kamu mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan." Umat yang pulang dari pembuangan itu rajin membangun rumah masing-masing, tetapi rumah Allah dibiarkan menjadi puing. Prioritas terbalik. Dan ketika yang utama diabaikan, semua yang lain ikut terasa bocor.

Kita mengenal lubang pundi itu. Gaji naik, rasa tenang tidak ikut naik. Rumah makin bagus, betah makin berkurang. Mungkin bukan penghasilan kita yang kurang, melainkan ada "rumah Tuhan" dalam hidup kita yang terbengkalai: doa yang lama terhenti, keluarga yang jarang dijumpai, hati yang tidak pernah diperbaiki.

Hari ini Gereja mengenang Padre Pio. Berjam-jam setiap hari ia duduk di kamar pengakuan, menambal reruntuhan demi reruntuhan dalam jiwa orang. Ia tahu di mana pembangunan yang sesungguhnya.

Reruntuhan mana yang sedang menunggu kita bangun kembali?

Tuhan, tunjukkanlah reruntuhan rumah-Mu dalam hidupku, dan gerakkanlah aku membangunnya kembali. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →