Rabu, 22 September 2027
Berangkat Ringan
Perhatikan orang berkemas menjelang bepergian. Koper diisi penuh dengan barang berlabel "siapa tahu perlu". Jas hujan, obat-obatan, camilan, baju cadangan. Separuhnya biasanya pulang tanpa pernah disentuh.
Yesus mengutus kedua belas murid dengan aturan kemas yang mengejutkan: jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan tongkat, jangan bekal, jangan roti, jangan uang, jangan dua helai baju. Berangkat nyaris dengan tangan kosong.
Apakah barang-barang itu jahat? Tentu tidak. Tetapi Yesus tahu, bawaan bisa berubah menjadi dua hal: beban yang memperlambat, dan benteng yang membuat orang tidak pernah sungguh bergantung. Utusan yang serba lengkap tidak butuh siapa-siapa. Utusan yang ringan harus percaya pada Allah yang mengutus dan pada keramahan orang yang menerimanya. Justru dari situ Injil bekerja: pewarta dan pendengar saling membutuhkan.
Dan lihat hasilnya. Mereka pergi mengelilingi segala desa, memberitakan Injil, menyembuhkan orang sakit di segala tempat. Kosongnya tas tidak menghalangi apa pun. Justru tangan yang kosong paling mudah dipakai Tuhan.
Kita pun diutus setiap hari: ke rumah, ke tempat kerja, ke lingkungan. Bekal apa yang sebenarnya justru memberati langkah kita: gengsi, rasa aman, harta yang harus terus dijaga?
Tuhan, ringankanlah bawaanku, supaya aku lincah melangkah membawa kabar baik-Mu. Amin.