‹ Semua renungan

Selasa, 21 September 2027

Dua Kata di Meja Cukai

Ada orang yang duduk di meja yang sama bertahun-tahun. Meja itu memberinya penghasilan, sekaligus label. Bagi Matius, meja cukai berarti uang yang banyak dan nama yang buruk: kaki tangan penjajah, pemeras bangsa sendiri. Orang saleh tidak sudi menyapanya.

Lalu Yesus lewat. Ia tidak berkhotbah panjang, tidak mengajukan syarat. Hanya dua kata: "Ikutlah Aku." Dan Matius berdiri. Injil mencatatnya sesederhana itu: berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Meja, uang, dan label itu ditinggalkan di belakang.

Menarik, langkah pertama Matius sesudah dipanggil adalah membuat jamuan di rumahnya. Ia mengumpulkan teman-teman senasib, para pemungut cukai dan orang berdosa, supaya mereka juga bertemu Yesus. Orang yang baru disentuh belas kasihan rupanya langsung ingin membagikannya.

Ketika orang Farisi memprotes, Yesus menjawab dengan kalimat yang layak digantung di setiap pintu gereja: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Yang Kukehendaki ialah belas kasihan, bukan persembahan."

Si pencatat angka itu kelak menjadi pencatat sabda: Injil pertama memakai namanya. Tidak ada masa lalu yang membuat orang gagal dipanggil.

Dua kata itu juga sedang diucapkan kepada kita hari ini. Kita berdiri, atau tetap duduk?

Tuhan, panggillah aku dari mejaku, dan buatlah aku berdiri mengikuti-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →