‹ Semua renungan

Senin, 20 September 2027

Pelita dan Tempayan

Bacaan I Ezra 1:1-6 Mazmur Mazmur 126:1-6 Injil Lukas 8:16-18

Waktu listrik padam di malam hari, satu lilin kecil bisa mengubah segalanya. Seisi rumah berkumpul mengelilinginya. Tidak ada orang yang menyalakan lilin lalu menutupnya dengan ember. Cahaya memang dinyalakan untuk dilihat.

Yesus berkata begitu tentang pelita: tempatnya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk melihat cahayanya. Iman itu pelita. Ia bisa padam karena angin, tetapi lebih sering mati karena ditutupi: oleh rasa takut, oleh malu, oleh anggapan bahwa iman itu urusan pribadi semata.

Hari ini Gereja mengenang Andreas Kim Taegon dan para martir Korea. Gereja Korea adalah keajaiban sejarah: ia lahir bukan dari misionaris asing, melainkan dari kaum awam yang membawa pulang buku-buku iman dari Beijing, lalu saling membagikan warta itu. Andreas Kim menjadi imam Korea yang pertama dan wafat sebagai martir pada usia dua puluh lima tahun. Ribuan orang menyusulnya. Pelita itu hendak ditutup dengan pedang, dan justru semakin terang.

Bacaan pertama menambah kejutan: Allah menggerakkan hati Koresh, raja Persia, untuk memulangkan umat-Nya. Cahaya Allah bisa dinyalakan lewat siapa saja.

Tempayan apa yang sedang menutupi pelita kita?

Tuhan, nyalakanlah pelitaku, dan berilah aku keberanian untuk tidak menutupinya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →