‹ Semua renungan

Jumat, 17 September 2027

Cukup

"Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah." Kalimat Paulus itu pendek saja, tetapi mungkin inilah kalimat yang paling sulit diamini manusia zaman etalase. Sebab hampir semua yang kita lihat setiap hari dirancang untuk membisikkan hal sebaliknya: belum cukup. Tidak ada iklan yang menjual rasa syukur.

Paulus tidak mengutuk uang. Yang ia sebut akar segala kejahatan adalah cinta uang. Uang itu pelayan yang baik, tetapi tuan yang kejam. Begitu ia naik dari dompet ke takhta hati, orang mulai menyimpang dari iman dan, kata Paulus, menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Rasa tidak cukup jarang lahir dari kebutuhan. Ia lahir dari perbandingan. Orang Jawa menyebutnya sawang sinawang: hidup saling dipandang dari luar, dan dari luar hidup orang lain selalu tampak lebih. Padahal kita tidak membawa apa-apa ke dalam dunia, dan tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Injil hari ini menunjukkan wajah harta yang sehat: para perempuan yang mengikuti Yesus dan melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Harta menemukan artinya bukan ketika ditimbun, melainkan ketika ikut berjalan bersama Injil.

Hari ini, beranikah kita mengucapkan kata "cukup" dengan jujur?

Tuhan, berilah aku rasa cukup, dan jadikanlah milikku jalan bagi Injil-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →