‹ Semua renungan

Sabtu, 11 September 2027

Yang Tidak Kelihatan dari Rumah

Dari jalan, yang dipuji orang adalah cat, pagar, dan bentuk atap sebuah rumah. Tidak ada tamu yang memuji fondasi. Padahal justru bagian yang terkubur itu yang menentukan rumah bertahan atau roboh ketika banjir datang.

Kemarin Yesus berbicara tentang balok di mata. Hari ini Ia menutup pengajaran-Nya dengan dua rumah. Dua-duanya kelihatan sama dari luar. Dua-duanya juga dilanda banjir yang sama. Bedanya satu: yang pertama digali dalam-dalam sampai ke batu, yang lain dibangun langsung di atas tanah.

Kuncinya Yesus sebutkan sendiri: mendengar perkataan-Ku dan melakukannya. Mendengar saja berarti membangun tanpa menggali. Cepat, ringan, dan dari luar kelihatan sama salehnya. Sampai banjir datang.

Dan banjir pasti datang. Sakit, kehilangan, fitnah, krisis. Iman tidak membuat cuaca selalu cerah; iman menentukan apakah rumah kita punya dasar. Menggali itu lambat, kotor, dan tidak dilihat orang. Tetapi hanya itu yang tersisa ketika air surut.

Paulus tahu batunya. "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," tulisnya, "dan akulah yang paling berdosa." Orang yang berpijak pada belas kasih Allah tidak mudah digoyahkan oleh apa pun.

Hari ini, kita sedang menggali dasar atau sekadar memperindah cat?

Tuhan, jadikanlah sabda-Mu batu dasar rumahku, agar aku tidak roboh ketika banjir melanda. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →