Rabu, 8 September 2027
Silsilah yang Tidak Rapi
Di beberapa keluarga masih tersimpan buku silsilah. Waktu kumpul keluarga, orang tua membacanya sambil menunjuk: ini kakekmu, ini buyutmu. Bagi anak muda deretan nama itu membosankan. Bagi yang mengerti, setiap nama adalah satu cerita utuh.
Matius membuka Injilnya dengan daftar semacam itu: empat puluh dua keturunan dari Abraham sampai Kristus. Kalau dibaca cepat, monoton. Kalau dibaca pelan, mengejutkan. Di sana ada Tamar dengan kisahnya yang kelam, Rahab perempuan sundal dari Yerikho, Rut perempuan asing, dan istri Uria yang direbut Daud. Silsilah Sang Mesias sama sekali tidak steril.
Itu kabar baik. Allah tidak menunggu sejarah keluarga yang bersih untuk masuk ke dunia. Ia menenun rencana-Nya justru melewati benang-benang yang kusut.
Lalu pada ujung daftar, polanya patah: "Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus." Rantai panjang para lelaki itu berhenti pada seorang perempuan muda dari Nazaret.
Hari ini Gereja merayakan kelahiran Maria. Para bapa Gereja menyebutnya fajar: belum matahari, tetapi tanda pasti bahwa malam segera berakhir.
Beranikah kita percaya Allah juga bekerja lewat sejarah keluarga kita yang tidak rapi?
Ya Allah, seperti Engkau menyiapkan Maria menjadi fajar keselamatan, siapkanlah juga hatiku menyambut Putra-Mu. Amin.