Selasa, 7 September 2027
Surat Utang yang Dipaku
Di warung-warung kecil masih ada buku tulis lusuh berisi catatan utang. Nama, tanggal, jumlah. Selama namanya masih tertulis di sana, orang akan menunduk setiap kali lewat di depan warung itu.
Kemarin Paulus berbicara tentang rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, yaitu Kristus. Hari ini ia menunjukkan apa yang dikerjakan Kristus itu bagi kita: menghapuskan surat hutang yang mendakwa dan mengancam kita, dan memakukannya pada kayu salib.
Gambarannya berani. Dosa kita seperti catatan utang yang sah, lengkap dengan pasal-pasal yang mendakwa. Allah tidak berpura-pura buku itu tidak ada. Ia juga tidak menghapusnya diam-diam. Ia memakunya di salib, di tempat terbuka, supaya semua tahu: lunas. Tidak ada tagihan susulan, tidak ada bunga yang terus berjalan.
Menarik bahwa pada hari yang sama Injil memperlihatkan Yesus semalam-malaman berdoa sebelum memilih dua belas rasul. Di antara nama yang dipilih-Nya ada Yudas, yang kelak berkhianat. Yesus tahu, dan tetap memanggilnya. Kasih memang selalu berani menanggung risiko dikhianati.
Kalau Allah sudah memaku daftar utang kita, mengapa kita masih rajin menyimpan daftar kesalahan orang lain?
Tuhan, Engkau telah melunasi utangku di kayu salib. Ajarilah aku merobek catatan dendamku sendiri. Amin.