Kamis, 2 September 2027
Ke Tempat yang Dalam
Setiap nelayan tahu rasanya pulang dengan perahu kosong. Semalaman melempar jala, badan lelah, hasilnya hanya air. Pagi harinya masih harus mencuci jala yang tidak menangkap apa-apa.
Kemarin Yesus berkata bahwa Ia harus memberitakan Injil ke kota-kota lain. Hari ini kita menemukan Dia di pantai Genesaret, mengajar dari atas perahu Simon. Selesai mengajar, Ia menyuruh hal yang janggal: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu."
Janggal, sebab Simon nelayan dan Yesus tukang kayu. Janggal, sebab malam adalah waktu ikan, bukan siang. Tetapi Simon menjawab dengan kalimat yang layak kita hafal: "Kami telah bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Iman sering kali sesederhana itu. Bukan hilangnya rasa lelah, melainkan kesediaan mencoba sekali lagi karena Ia yang meminta. Dan jala pun koyak karena terlalu penuh. Ketaatan kecil ternyata membuka pintu bagi kelimpahan yang tidak masuk hitungan.
Tempat dangkal memang aman. Perahu tidak akan tenggelam di air sebetis. Tetapi ikan ada di kedalaman. Di bagian mana hidup kita masih bermain di air dangkal?
Tuhan, ketika aku lelah dan kosong, berilah aku keberanian Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam. Amin.