Rabu, 1 September 2027
Sembuh untuk Melayani
Orang yang pernah demam keras tahu rasanya. Badan panas, tulang ngilu, dan dunia menyempit menjadi selebar tempat tidur. Jangankan bekerja, bangkit mengambil minum saja berat.
Kemarin kita mendengar Yesus mengusir roh jahat di rumah ibadat Kapernaum, dan berita tentang Dia tersebar ke mana-mana. Hari ini Ia melangkah dari rumah ibadat ke rumah Simon. Di sana ibu mertua Simon terbaring demam keras. Yesus berdiri di sisinya, menghardik demam itu, dan perempuan itu segera bangun lalu melayani mereka.
Segera. Lukas tidak menulis bahwa ia beristirahat dulu beberapa hari. Sembuh, bangun, melayani. Tiga kata yang berurutan rapat. Kesembuhan dari Tuhan rupanya tidak pernah berhenti di tubuh sendiri; ia langsung mengalir menjadi pelayanan.
Bukankah kita sering berhenti di tengah? Kita berdoa memohon kesehatan, rezeki, kelegaan. Setelah menerimanya, kita menikmatinya sendirian. Padahal pertanyaan sesungguhnya bukan "sudah sembuhkah saya?", melainkan "untuk apa saya disembuhkan?"
Yesus sendiri memberi teladan. Pagi-pagi Ia mencari tempat sunyi, dan ketika orang berusaha menahan-Nya, Ia berkata harus memberitakan Injil juga ke kota-kota lain. Rahmat memang tidak bisa dipagari. Ia menyembuhkan satu rumah untuk menghidupkan banyak kota.
Tuhan, sembuhkanlah aku, lalu jadikanlah kesembuhanku pelayanan bagi sesamaku. Amin.