‹ Semua renungan

Selasa, 31 Agustus 2027

Kata yang Berwibawa

Guru yang berwibawa jarang berteriak. Ia masuk kelas, berbicara dengan tenang, dan kelas yang riuh mendadak hening. Sementara ada orang yang bicaranya keras terus-menerus, tetapi tidak seorang pun sungguh mendengarkan. Wibawa memang bukan soal volume. Ia lahir dari sesuatu yang lebih dalam daripada suara.

Kemarin kita mendengar Yesus ditolak di Nazaret, bahkan nyaris dilemparkan dari tebing. Hari ini di Kapernaum sambutannya berbeda: orang-orang takjub, “sebab perkataan-Nya penuh kuasa”. Bahkan roh jahat pun tunduk pada satu kalimat pendek: “Diam, keluarlah dari padanya!” Tidak ada mantra panjang, tidak ada drama. Kata-Nya cukup, karena seluruh hidup-Nya berdiri di belakang kata itu.

Di situlah rahasianya. Kata menjadi berkuasa kalau tidak berjarak dari hidup pengucapnya. Kata Yesus dan diri Yesus adalah satu. Tidak ada celah antara ajaran dan tindakan, antara janji dan penepatan.

Paulus dalam bacaan pertama menyebut kita anak-anak terang, lalu memberi tugas yang sederhana: nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu. Kita pun diberi kuasa kata, dalam ukuran kita masing-masing: kata yang meneguhkan, menenangkan, membangkitkan.

Hari ini mulut kita akan mengeluarkan berpuluh, mungkin beratus kalimat. Berapa di antaranya membangun? Dan berapa yang hanya menambah gaduh dunia?

Tuhan, jadikanlah perkataanku selaras dengan hidupku, agar membawa terang-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →