Sabtu, 28 Agustus 2027
Talenta yang Pulang
Kemarin kita mengenang Monika, ibu yang berdoa. Hari ini giliran anak yang didoakannya: Agustinus. Seakan-akan kalender liturgi ingin berkata bahwa doa seorang ibu dan pertobatan seorang anak adalah satu cerita. Air mata di bumi dan rahmat dari surga bekerja bersama-sama.
Agustinus muda adalah orang yang diberi banyak talenta: otak cemerlang, lidah fasih, karier gemilang sebagai guru retorika. Semua itu lama ia pakai untuk mengejar kenikmatan dan nama besar. Talentanya tidak dikubur seperti hamba ketiga dalam Injil hari ini; talentanya dijalankan, tetapi untuk tuan yang keliru: dirinya sendiri. Ia laku di mana-mana, namun hatinya tidak pernah kenyang.
Sampai akhirnya rahmat menjangkaunya, dan ia menulis kalimat yang dikutip orang sampai sekarang: Engkau menciptakan kami bagi-Mu, dan hati kami gelisah sampai beristirahat di dalam Engkau. Sejak itu kecerdasan dan penanya bekerja habis-habisan bagi Allah. Lima talenta itu pulang membawa laba berlimpah, dan Gereja masih menikmatinya sampai hari ini.
Kisah Agustinus melegakan: talenta yang pernah salah arah tidak hangus. Selama masih ada waktu, ia bisa dibawa pulang kepada Pemiliknya. Dan Sang Pemilik tidak menagih bunga; Ia menyambut dengan pesta.
Kemampuan apa yang kupunya, dan untuk tuan yang mana ia sedang bekerja?
Tuhan, hatiku gelisah sampai beristirahat dalam Engkau; pakailah seluruh talentaku bagi-Mu. Amin.