Jumat, 27 Agustus 2027
Minyak yang Tak Bisa Dipinjam
Waktu listrik padam, senter yang baterainya penuh mendadak menjadi barang paling berharga di rumah. Dan baterai punya sifat yang jujur: isinya tidak bisa dipinjam. Mengisinya harus jauh-jauh hari, bukan saat gelap tiba.
Perumpamaan sepuluh gadis berbicara tentang hal itu. Semuanya mengantuk, semuanya tertidur; bedanya bukan pada semangat, melainkan pada persediaan minyak. Ketika mempelai datang tengah malam, lima gadis bijaksana siap, lima yang bodoh kehabisan. Dan minyak itu ternyata tidak bisa dibagi. Bukan karena pelit, melainkan karena memang ada hal-hal yang tidak bisa dipinjamkan: hubungan pribadi dengan Tuhan, kebiasaan doa, ketekunan bertahun-tahun. Iman orangtua tidak otomatis menjadi iman anak.
Tetapi ada yang bisa dilakukan orang lain: berdoa dan menemani. Santa Monika, yang kita kenang hari ini, mendoakan Agustinus anaknya belasan tahun dengan air mata, sampai anak yang jauh itu berbalik dan kelak menjadi orang kudus besar. Monika tidak bisa memberikan minyaknya kepada Agustinus, tetapi doanya menjaga agar pelita anak itu tidak padam sebelum sempat menyala.
Sudahkah kita mengisi buli-buli kita sendiri, sambil tekun mendoakan mereka yang pelitanya meredup?
Tuhan, isilah aku dengan minyak kesetiaan, dan jangan biarkan aku lelah mendoakan mereka yang kukasihi. Amin.