‹ Semua renungan

Rabu, 25 Agustus 2027

Cat Baru, Tembok Lembab

Menjelang hari raya, banyak rumah dicat ulang. Tembok yang lembab dan mengelupas disapu warna baru. Dari jalan tampak segar. Tetapi pemilik rumah tahu: di balik cat itu, rembesan airnya belum diperbaiki. Beberapa bulan lagi noda yang sama akan muncul kembali.

Yesus memakai gambaran yang lebih tajam untuk orang Farisi: kuburan yang dilabur putih. Di luar bersih mengilap, di dalam penuh tulang belulang. Kata-Nya, begitulah orang yang tampak benar di mata orang, tetapi di dalamnya penuh kemunafikan.

Ini teguran yang tidak nyaman, karena melabur jauh lebih murah daripada membongkar. Memperbaiki citra lebih cepat daripada memperbaiki hati. Rajin tampil saleh lebih ringan daripada sungguh-sungguh bertobat.

Paulus menunjukkan jalan sebaliknya dalam bacaan pertama. Di Tesalonika ia bekerja siang malam supaya tidak membebani siapa pun; hidupnya saleh, adil, dan tak bercacat, disaksikan jemaat dari dekat. Tidak ada jarak antara yang tampak dan yang sebenarnya. Itulah integritas: satunya luar dan dalam.

Tuhan tidak menuntut kita tampil sempurna. Ia meminta kita jujur, mulai dari membiarkan Dia membongkar bagian yang lembab di dalam.

Bagian mana dari hidupku yang selama ini hanya kucat ulang?

Tuhan, perbaikilah aku dari dalam, dan jangan biarkan aku puas dengan lapisan luar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →