Sabtu, 21 Agustus 2027
Pemungut Jelai
Kemarin kita mendengar Rut memilih menemani Naomi pulang ke Betlehem. Hari ini kita melihat cara ia menghidupi pilihan itu: memungut bulir-bulir jelai yang tercecer di belakang para penyabit. Pekerjaan paling bawah di ladang, jatah orang miskin dan pendatang.
Rut tidak gengsi. Dan justru di ladang itu kebaikan menemukannya. Boas memperhatikannya, melindunginya, lalu memperistrinya. Dari pernikahan itu lahir Obed, ayah Isai, ayah Daud. Pemungut jelai dari Moab menjadi buyut raja terbesar Israel, dan namanya tercantum dalam silsilah Yesus sendiri.
Allah rupanya suka menulis sejarah besar lewat orang-orang yang tidak sedang mengincar panggung.
Dalam Injil, Yesus mengecam mereka yang sebaliknya: suka tempat terhormat, suka dipanggil rabi, memperlebar tali sembahyang supaya dilihat orang. Lalu Ia menutup dengan hukum gravitasi rohani: siapa meninggikan diri akan direndahkan, siapa merendahkan diri akan ditinggikan.
Santo Pius X, Paus yang kita kenang hari ini, lahir dari keluarga miskin dan tetap hidup sederhana sampai wafat di takhta Petrus. Ia bukti bahwa kesederhanaan bukan halangan untuk menjadi besar.
Pekerjaan sederhana apa yang hari ini bisa kita kerjakan dengan setia, tanpa perlu dilihat siapa-siapa?
Tuhan, buatlah aku setia di tempat yang sunyi, seperti Rut di ladang jelai. Amin.