Jumat, 20 Agustus 2027
Ke Mana Engkau Pergi
Hubungan menantu dan mertua sering menjadi bahan lelucon. Konon itu relasi paling rawan dalam keluarga. Justru di titik rawan itulah Kitab Rut menaruh salah satu kalimat kasih terindah dalam Alkitab, dan yang mengucapkannya seorang menantu kepada mertuanya.
Naomi sudah kehilangan segalanya: suami dan dua anak lelakinya. Ia menyuruh kedua menantunya pulang ke bangsanya masing-masing. Orpa pamit dengan tangis. Rut berpaut. “Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi. Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” Rut memilih menemani seorang janda tua tanpa jaminan apa-apa, meninggalkan tanah airnya sendiri.
Kemarin kita mendengar tentang undangan pesta yang ditolak para undangan. Hari ini Yesus merangkum seluruh hukum dalam dua kalimat: kasihilah Allah dengan segenap hatimu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri. Rut, perempuan Moab yang bukan Israel, sudah menghidupinya jauh sebelum dirumuskan. Kasihnya pada Naomi dan kasihnya pada Allah Naomi menyatu dalam satu keputusan.
Santo Bernardus, yang dikenang hari ini, menyebut ukuran mengasihi Allah adalah mengasihi tanpa ukuran. Rut adalah contohnya yang bersahaja.
Kasih sejati memang jarang berbentuk kata-kata besar. Lebih sering ia berbentuk kesediaan menemani.
Siapa yang Tuhan minta kita temani saat ini?
Tuhan, ajarilah aku mengasihi tanpa ukuran, mulai dari orang serumah. Amin.