‹ Semua renungan

Kamis, 19 Agustus 2027

Janji yang Terlalu Cepat

Ada janji yang diucapkan mulut sebelum sempat ditimbang hati. “Kalau saya lulus, saya akan begini.” “Kalau usaha ini berhasil, saya akan begitu.” Di saat terdesak, manusia suka menawar, seolah kebaikan Tuhan harus dipancing dengan sesuatu.

Yefta bernazar gegabah: jika menang perang, apa pun yang pertama keluar dari pintu rumahnya akan dipersembahkan sebagai kurban. Ia menang. Dan yang keluar menyongsongnya sambil menari dengan rebana adalah putrinya sendiri, anak tunggalnya. Kisah itu berakhir sebagai salah satu halaman paling kelam dalam Kitab Suci.

Yang perlu dicatat: Tuhan tidak pernah meminta nazar itu. Kemenangan Yefta datang karena Roh Tuhan menghinggapinya, bukan karena tawarannya. Yefta membayar sangat mahal untuk sesuatu yang sebenarnya diberikan cuma-cuma.

Kita pun kadang begitu. Mengira kasih Allah harus dibeli dengan janji-janji besar, padahal yang Ia minta hanyalah hati yang percaya dan taat. Iman bukan transaksi, melainkan relasi.

Injil hari ini bercerita tentang raja yang mengundang orang ke pesta kawin anaknya. Undangan itu hanya perlu dihadiri, bukan ditawar. Hidangan sudah disediakan; tinggal datang dengan pakaian yang pantas.

Masihkah kita memperlakukan Tuhan sebagai mitra dagang, bukan sebagai Bapa?

Bapa, ajarilah aku berdoa dengan percaya, bukan menawar dengan takut. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →