‹ Semua renungan

Senin, 16 Agustus 2027

Pergi dengan Sedih

Lemari kita punya penghuni tetap: baju yang tidak pernah dipakai tetapi tidak juga direlakan. Setiap kali beres-beres, ia lolos seleksi. Sayang, kata kita. Padahal bertahun-tahun ia hanya menggantung.

Orang muda dalam Injil hari ini datang kepada Yesus dengan pertanyaan serius: perbuatan baik apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup kekal? Semua perintah sudah ia turuti sejak muda. Ia orang baik. Tetapi ia sendiri merasa masih ada yang kurang.

Yesus melihat titik lemahnya dengan tepat: “Juallah segala milikmu, berikanlah kepada orang miskin, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Dan orang muda itu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Kalimat penutup yang muram: ia menolak, tetapi tidak bahagia dengan penolakannya sendiri.

Begitulah tanda kelekatan: kita tahu apa yang diminta Tuhan, kita tidak sanggup memberikannya, dan kita pun tidak tenang menyimpannya. Hartanya tidak selalu uang. Bisa jabatan, gengsi, kebiasaan lama, rasa aman.

Bacaan pertama menunjukkan pola yang sama pada skala bangsa: Israel berulang kali meninggalkan Tuhan demi para Baal, dan berulang kali sengsara karenanya.

Apa yang membuat kita pergi dengan sedih dari hadapan Yesus?

Tuhan, longgarkanlah genggamanku, supaya tanganku bebas menggandeng-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →