‹ Semua renungan

Kamis, 12 Agustus 2027

Buku Catatan Utang

Warung-warung kecil dulu punya buku legendaris: buku catatan utang. Nama, tanggal, jumlah. Selama nama belum dicoret, hubungan pembeli dan pemilik warung selalu sedikit canggung. Utang kecil pun sanggup membuat orang memilih jalan memutar.

Kemarin Yesus berbicara tentang menegur saudara yang bersalah. Petrus melanjutkannya dengan pertanyaan praktis: sampai berapa kali aku harus mengampuni? Sampai tujuh kali? Petrus merasa sudah murah hati. Jawaban Yesus meledakkan hitungannya: tujuh puluh kali tujuh kali. Artinya: berhentilah menghitung. Pengampunan yang masih memakai kalkulator bukanlah pengampunan.

Lalu Yesus bercerita tentang hamba yang berutang sepuluh ribu talenta, jumlah yang mustahil dilunasi buruh seumur hidupnya. Raja menghapusnya begitu saja. Tetapi begitu keluar dari ruangan, hamba itu mencekik kawannya yang berutang seratus dinar kepadanya, upah beberapa pekan saja.

Kita mudah geram membaca kisah itu, sampai sadar bahwa kisah itu cermin. Di hadapan Allah, buku utang kita sudah dicoret habis di kayu salib. Anehnya, buku catatan pribadi kita masih rapi terawat: sakit hati tahun lalu, ucapan pedas bulan kemarin, semuanya tersimpan. Setiap kali nama itu lewat, hati kembali panas.

Nama siapa yang masih tercatat di buku hati kita? Mungkin hari ini waktunya mencoret.

Bapa, Engkau menghapus utangku yang tak terbayar; mampukanlah aku menghapus catatan kecil milik saudaraku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →