Jumat, 13 Agustus 2027
Album Keluarga
Membuka album foto keluarga selalu menimbulkan rasa yang sama: ternyata kita sudah sejauh ini. Rumah pertama yang sempit. Kendaraan tua yang sering mogok. Wajah-wajah muda yang kini beruban. Album adalah bukti bahwa hidup kita ditopang banyak kebaikan yang nyaris terlupa. Kita lupa siapa yang dulu menolong, meminjami, mendoakan.
Di Sikhem, Yosua yang sudah tua membuka “album” bangsa Israel. Ia memutar ulang sejarah dari Abraham, perbudakan Mesir, laut yang terbelah, padang gurun, sampai negeri yang kini mereka diami. Lalu Tuhan menutup kisah itu dengan kalimat yang menohok: Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah, kota-kota yang tidak kamu dirikan, kebun anggur dan zaitun yang tidak kamu tanami.
Semua yang mereka nikmati ternyata warisan anugerah. Bukan hasil pedang, bukan pula hasil panah.
Kita pun begitu. Bahasa yang kita pakai, iman yang kita anut, negeri tempat kita berpijak: semuanya kita terima jadi. Bahkan napas pagi ini bukan hasil kerja kita. Orang yang rajin membuka album anugerah akan sulit menjadi sombong, dan lebih sulit lagi menjadi tidak tahu berterima kasih.
Kapan terakhir kali kita duduk tenang dan mengingat-ingat kebaikan Tuhan satu per satu?
Tuhan, bukakanlah mataku untuk melihat betapa panjang daftar kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.