‹ Semua renungan

Sabtu, 7 Agustus 2027

Diulang-ulang di Rumah

Anak kecil belajar bukan dari ceramah, melainkan dari kebiasaan. Ia hafal doa sebelum makan bukan karena kursus, tetapi karena setiap hari melihat ayah ibunya melipat tangan. Iman pertama-tama menular di meja makan, bukan di mimbar.

Musa tahu itu. Dalam bacaan pertama ia mewariskan pesan agung Israel: “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu.” Lalu perintah praktisnya menarik: ajarkanlah berulang-ulang kepada anak-anakmu; bicarakanlah saat duduk di rumah, saat dalam perjalanan, saat berbaring, saat bangun. Tidak ada jam khusus pelajaran agama. Seluruh hari adalah ruang kelasnya. Kurikulumnya sederhana: hidup orangtua yang dilihat anak dari dekat.

Musa juga menitip peringatan: nanti, kalau kamu sudah kenyang, tinggal di rumah yang tidak kamu bangun, minum dari sumur yang tidak kamu gali, berhati-hatilah, jangan melupakan Tuhan. Kelimpahan sering membuat orang merasa mandiri, lalu pelupa.

Dalam Injil, Yesus menyebut iman sebesar biji sesawi sanggup memindahkan gunung. Biji sekecil itu tumbuh bukan dengan sekali siram, melainkan disiram setiap hari. Sama seperti iman anak-anak kita: tumbuh dari doa yang didengar, syukur yang ditiru, maaf yang disaksikan.

Apa yang sedang dipelajari anak-anak dari kebiasaan harian kita?

Tuhan, jadikanlah rumahku sekolah iman yang pertama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →