‹ Semua renungan

Senin, 2 Agustus 2027

Rindu Bawang Mesir

Lidah punya ingatan yang panjang. Sekali waktu kita mencium aroma masakan tertentu, dan tiba-tiba kita kembali menjadi anak kecil di dapur nenek. Makanan masa lalu hampir selalu terasa lebih enak daripada yang sekarang.

Umat Israel di padang gurun mengalami hal itu. Mereka menangis merindukan ikan, mentimun, semangka, bawang prei, bawang merah, bawang putih. Menu Mesir dihafal sampai detail. Yang lucu, ada satu hal yang tidak ikut dikenang: di Mesir mereka budak. Nostalgia memang pandai menyunting. Ia menyimpan bawangnya dan membuang rantainya.

Sungut-sungut itu menular sampai Musa ikut putus asa. Ia merasa memikul bangsa itu sendirian, seperti pengasuh memangku bayi yang tidak berhenti menangis.

Injil menunjukkan gambar sebaliknya. Yesus melihat orang banyak yang lapar, dan hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Lima roti dua ikan diberkati, dipecah, dibagikan. Semua kenyang, sisanya dua belas bakul. Di tangan yang bersyukur, yang sedikit menjadi cukup. Di hati yang bersungut, yang cukup pun terasa kurang.

Jangan-jangan masalah kita bukan pada isi meja, melainkan pada arah pandang. Hari ini, mau menghitung yang hilang, atau memberkati yang ada?

Tuhan, sembuhkanlah aku dari rindu yang keliru, dan ajarilah aku bersyukur atas roti hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →