‹ Semua renungan

Jumat, 30 Juli 2027

Tanggal Merah

Kalender di dinding dapur paling sering dilihat untuk satu hal: mencari tanggal merah. Hari libur kita hitung jauh-jauh hari, kita rencanakan, kita bela. Tubuh rupanya tahu bahwa hidup tidak boleh melulu kerja.

Bacaan pertama hari ini mirip lembaran kalender. Allah sendiri menetapkan hari-hari raya bagi Israel: Paskah, Roti Tidak Beragi, hari Pendamaian, Pondok Daun. Lengkap dengan aturannya: adakan pertemuan kudus, jangan melakukan pekerjaan berat. Allah, boleh dibilang, mewajibkan tanggal merah.

Mengapa perlu diwajibkan? Karena manusia sulit berhenti. Kita gampang merasa dunia runtuh kalau kita rehat sehari. Hari raya adalah cara Allah mematahkan kesombongan itu: berhentilah, berkumpullah, ingatlah siapa yang membebaskanmu. Perayaan bukan selingan dari hidup beriman; ia denyutnya.

Dalam Injil, yang terjadi kebalikannya. Kemarin Yesus menutup rangkaian perumpamaan-Nya; hari ini Ia pulang ke tempat asal-Nya, dan orang-orang sekampung gagal merayakan Dia. Mereka takjub sebentar, lalu sibuk dengan hitung-hitungan: bukankah Ia anak tukang kayu? Yang seharusnya menjadi pesta perjumpaan berubah menjadi penolakan.

Jangan-jangan kita pun begitu: rajin merayakan liburan, tetapi lupa merayakan Tuhan yang hadir dekat sekali dengan kita.

Tuhan, ajari aku berhenti bekerja untuk merayakan Engkau, sumber segala hari baikku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →