‹ Semua renungan

Selasa, 27 Juli 2027

Seperti kepada Teman

Obrolan dengan teman lama tidak butuh naskah. Tidak ada basa-basi jabatan, tidak ada takut salah ucap. Duduk, kopi, dan kata-kata mengalir. Justru diamnya pun nyaman.

Kemarin kita mendengar bangsa Israel menari mengelilingi anak lembu emas, dan Musa membanting kedua loh hukum. Sesudah pengkhianatan sebesar itu, kita menyangka hubungan Allah dan umat-Nya tamat. Hari ini kita justru membaca kalimat yang mengharukan: TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka, seperti seorang berbicara kepada temannya.

Seperti kepada teman. Di tengah umat yang tegar tengkuk, Allah tetap membuka Kemah Pertemuan. Dan ketika Musa memohon ampun bagi bangsanya, Allah memperkenalkan diri dengan kata-kata yang kelak diulang-ulang seluruh Kitab Suci: TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya.

Banyak orang membayangkan doa seperti menghadap pejabat: harus rapi, harus sopan, harus jelas perlunya. Musa memperlihatkan kemungkinan lain: doa sebagai obrolan dua sahabat, yang di dalamnya ada permohonan, ada keluhan, bahkan ada tawar-menawar.

Kemah pertemuan itu kini tidak jauh. Ia ada di kamar kita, di gereja yang sepi sore hari. Allah yang sama menunggu, bukan untuk audiensi, melainkan untuk pertemanan.

Allah yang panjang sabar, ajarlah aku berbicara dengan-Mu seperti kepada Sahabat, setiap hari. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →