‹ Semua renungan

Sabtu, 24 Juli 2027

Jangan Dicabut Dulu

Petani Jawa menyebutnya matun: menyiangi rumput liar di sela padi muda. Pekerjaan ini butuh mata jeli, sebab pada usia tertentu gulma dan padi nyaris serupa. Salah cabut, padi ikut tercabut.

Kemarin Yesus menjelaskan perumpamaan tentang tanah. Hari ini soal ladangnya: gandum yang ditaburi lalang oleh musuh. Para hamba sigap menawarkan diri: maukah tuan supaya kami mencabut lalang itu? Jawaban sang tuan mengejutkan: jangan, sebab mungkin gandum ikut tercabut. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.

Kita sering seperti hamba-hamba itu: gatal ingin segera membersihkan dunia. Memilah orang baik dan orang jahat, lalu mencabuti yang kita anggap lalang, di masyarakat, di Gereja, di keluarga. Masalahnya, mata kita tidak sejeli yang kita kira. Berapa banyak orang yang dulu kita vonis lalang, ternyata gandum yang belum berbulir? Dan siapa tahu kita sendiri, di mata orang lain, pernah tampak seperti lalang.

Kesabaran tuan ladang itu bukan kelemahan, melainkan kemurahan. Ia memberi waktu, sebab waktu bisa mengubah. Penghakiman ada, tetapi itu pekerjaan penuai di akhir musim, bukan pekerjaan kita.

Hari ini, siapa yang buru-buru ingin kita cabut?

Tuhan, tahanlah tanganku yang gatal menghakimi. Beri aku kesabaran-Mu menunggu musim menuai. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →