‹ Semua renungan

Senin, 19 Juli 2027

Terjepit

Ada saat hidup seperti jalan buntu dari dua arah. Di belakang, masalah mengejar. Di depan, tembok. Mau mundur tidak bisa, mau maju tidak tahu caranya. Orang Jawa punya satu kata untuk itu: kepepet.

Israel mengalaminya di tepi laut. Di belakang, enam ratus kereta Firaun. Di depan, air. Mereka panik dan menyalahkan Musa: apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami mati di padang gurun? Dalam keadaan terjepit, lidah memang gampang jadi pahit.

Jawaban Musa layak dihafal: janganlah takut, berdirilah tetap, dan lihatlah keselamatan dari TUHAN. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja. Tetapi menarik, sesudah itu Allah sendiri menegur: mengapa engkau berseru-seru kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.

Diam dan berangkat. Dua perintah itu tidak bertentangan. Diam dari kepanikan, berangkat dalam kepercayaan. Yang dilarang bukan bergerak, melainkan gerak yang lahir dari takut.

Laut belum terbelah waktu perintah berangkat itu diberikan. Iman memang sering diminta melangkah dulu, baru jalannya terbuka.

Sedang terjepit apa kita hari ini? Berhentilah panik. Lalu ambillah satu langkah kecil ke arah laut.

Tuhan, di antara kejaran dan tembok, ajari aku diam dari panik dan berangkat dalam percaya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →