‹ Semua renungan

Kamis, 15 Juli 2027

Kuk Berdua

Petani tua tahu rahasia kuk. Kayu lengkung di tengkuk itu tidak dibuat untuk satu ekor. Ia dipasang pada sepasang: dua leher, satu kayu, satu arah. Sapi muda yang belum berpengalaman dipasangkan dengan yang tua, supaya belajar irama membajak tanpa cedera.

Kemarin Yesus bersyukur karena Bapa menyatakan diri kepada orang kecil. Hari ini Ia berpaling kepada orang kecil itu, kepada kita: marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Lalu tawaran-Nya aneh. Ia tidak berkata: lepaskan kukmu. Ia berkata: pikullah kuk yang Kupasang.

Lho, orang capek kok malah diberi kuk? Justru di situ hiburannya. Yesus tahu hidup memang berbeban; yang membunuh bukan bebannya, melainkan memikulnya sendirian. Kuk yang Kupasang itu enak, kata-Nya, sebab itu kuk pasangan. Ada Dia di sisi sebelah, menanggung bagian yang lebih berat, mengatur langkah agar tengkuk kita tidak lecet.

Belajarlah pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati. Ini ajakan berjalan seirama dengan Guru yang tidak pernah menyeret.

Beban apa yang selama ini kita pikul sendirian, padahal sisi sebelah kuk itu kosong? Pasanglah di sana nama-Nya.

Yesus yang lemah lembut, aku memasang leherku di sisi kuk-Mu. Ajari aku irama-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →