‹ Semua renungan

Rabu, 14 Juli 2027

Menyimpang Sebentar

Jalan yang kita lewati tiap hari lama-lama menjadi tak terlihat. Pohon di tikungan, penjual bubur di pojok, wajah orang yang sama di teras yang sama. Semua lewat begitu saja di mata kita yang buru-buru.

Kemarin kita mendengar Musa lari dari Mesir dan menetap di Midian. Bertahun-tahun ia menjalani rutinitas menggembalakan domba mertuanya. Sampai suatu hari, di padang yang mungkin sudah ribuan kali dilaluinya, ada semak menyala yang tidak terbakar habis.

Yang menarik bukan hanya semaknya, tetapi keputusan Musa: baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Ia bersedia berhenti, membelokkan langkah, memberi waktu pada keheranan. Dan Kitab Suci mencatat urutannya dengan teliti: ketika dilihat TUHAN bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, barulah Allah berseru memanggil namanya.

Seandainya Musa terus berjalan, semak itu barangkali tetap menyala, dan sejarah menunggu orang lain. Panggilan besar itu diawali kesediaan kecil: menyimpang sebentar dari rutinitas.

Berapa banyak semak menyala yang kita lewati karena sibuk? Sapaan orang yang kesepian, keindahan pagi, gelisah anak sendiri. Hari ini, cobalah berhenti sekali saja: memandang lebih lama, mendengar lebih pelan.

Tuhan, beri aku hati yang bersedia menyimpang sebentar, supaya tidak melewatkan nyala-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →