Senin, 12 Juli 2027
Raja yang Lupa
Jasa itu cepat menguap. Pegawai yang puluhan tahun menopang kantor, dua tahun setelah pensiun namanya samar. Foto pendiri masih tergantung di dinding, tetapi orang lewat tanpa menoleh.
Kitab Keluaran dibuka dengan kalimat yang dingin: bangkitlah seorang raja baru yang tidak mengenal Yusuf. Padahal Yusuf pernah menyelamatkan Mesir dari kelaparan besar. Satu pergantian takhta, dan seluruh jasa itu hangus. Anak cucu orang yang dulu menyelamatkan negeri kini ditindas dengan kerja paksa di negeri yang sama.
Begitulah ingatan dunia: pendek dan pilih-pilih. Maka jangan heran bila kebaikan kita dilupakan orang. Jangan pula patah. Sebab Injil hari ini menutup pesan perutusan Yesus dengan janji yang berkebalikan: barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, ia tidak akan kehilangan upahnya.
Dunia bisa lupa pada jasa sebesar lumbung Mesir. Allah tidak lupa bahkan pada secangkir air. Ukurannya memang berbeda. Dunia mencatat yang besar dan gemerlap. Allah mencatat yang kecil dan tulus.
Jadi teruslah berbuat baik, meski tidak ada yang mengingat. Kita bekerja untuk pembukuan yang lain, yang tidak pernah salah catat.
Tuhan, jagalah hatiku agar tetap memberi walau dilupakan, sebab Engkau tak pernah lupa. Amin.