‹ Semua renungan

Sabtu, 10 Juli 2027

Dua Ekor Seduit

Di pasar burung, pipit nyaris tidak ada harganya. Terlalu kecil untuk digoreng, terlalu biasa untuk dipelihara. Zaman Yesus pun begitu: dua ekor dijual seduit, uang receh paling tipis.

Kemarin Yesus berterus terang kepada para murid: mereka diutus seperti domba ke tengah serigala. Hari ini Ia melanjutkan dengan tiga kali berkata: jangan takut. Dan alasan-Nya bukan jaminan bebas derita, melainkan sebuah hitungan pasar: bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun tidak jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

Lalu kalimat yang lebih mencengangkan lagi: rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Kita sendiri tidak pernah menghitung rambut kita. Terlalu banyak, terlalu remeh. Tetapi bagi Allah, tidak ada yang terlalu remeh dari diri orang yang dikasihi-Nya.

Ketakutan biasanya lahir dari perasaan tidak berharga dan tidak terpantau. Injil hari ini membalik keduanya. Engkau berharga, kata Yesus, lebih daripada banyak burung pipit. Dan engkau terpantau, bukan oleh kamera pengawas, melainkan oleh mata Bapa yang menghitung sampai ke helai rambut.

Hari ini, ketakutan mana yang paling sering menggigit kita? Sebutlah itu dalam doa, lalu dengarkan: jangan takut.

Bapa, Engkau menghitung apa yang tak pernah kuhitung dari diriku. Usirlah takutku dengan kasih-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →