Jumat, 9 Juli 2027
Berangkat di Usia Senja
Bagi orang tua, pindah rumah bukan perkara kardus. Meninggalkan rumah yang dindingnya penuh kenangan, tetangga yang hafal batuknya, kuburan pasangan yang tiap pekan dikunjungi. Banyak orang tua memilih tinggal, meski anak-anaknya jauh. Akar yang sudah dalam memang sakit kalau dipindah.
Kemarin kita mendengar Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya sambil menangis. Hari ini kabar itu sampai ke Yakub, dan si tua itu harus memutuskan: berangkat ke Mesir di usia senja, meninggalkan tanah yang dijanjikan kepada kakek dan ayahnya.
Di Bersyeba, Allah menemuinya dalam penglihatan malam: Yakub, Yakub. Jangan takut pergi ke Mesir. Aku sendiri akan menyertai engkau pergi, dan Aku juga yang akan membawa engkau kembali. Bahkan ada janji yang sangat manusiawi: tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti.
Allah tidak berjanji jalannya pendek. Ia berjanji ikut. Berangkat dan pulang sama-sama dalam penyertaan-Nya. Janji itu tidak menghapus berat hatinya, tetapi cukup untuk menggerakkan kakinya. Maka Yakub yang renta itu naik kereta, dan di Gosyen ia memeluk leher Yusuf, menangis lama sekali di bahunya.
Mungkin kita sedang di ambang keberangkatan yang menakutkan: pindah tugas, pensiun, merantau, melepas anak. Dengarlah janji yang sama: Aku sendiri akan menyertai engkau.
Allah Yakub, sertailah keberangkatanku dan kepulanganku, sampai mataku Kauatupkan kelak. Amin.