‹ Semua renungan

Kamis, 8 Juli 2027

Koper Ringan

Menjelang mudik, koper selalu bercerita tentang kecemasan kita. Baju dilebihkan, takut hujan. Obat dilengkapi, takut sakit. Oleh-oleh ditumpuk, takut dianggap lupa. Berangkat satu orang, bawaannya seperti pindahan rumah.

Kemarin dua belas murid menerima tugas perutusan. Hari ini mereka menerima aturan kopernya, dan isinya membuat kita menelan ludah: jangan bawa emas, jangan bawa bekal, jangan bawa baju dua helai. Berangkatlah nyaris kosong. Tidak ada uang cadangan, tidak ada rencana darurat.

Apakah Yesus tidak tahu risiko perjalanan? Tahu. Justru karena tahu, Ia memangkas bawaan. Sebab bekal yang berlebih diam-diam menjadi pengganti Tuhan. Orang yang kantongnya penuh tidak perlu berharap pada siapa-siapa. Orang yang kopernya ringan terpaksa percaya: pada Allah, dan pada kebaikan orang yang menerimanya.

Murid yang miskin bekal juga membawa pesan yang jernih. Orang akan melihat bahwa yang ia tawarkan bukan dagangan, sebab tidak ada yang bisa ia ambil dari mereka. Pewartaan paling meyakinkan memang bukan yang paling lengkap peralatannya, melainkan yang paling ringan kepentingannya.

Kita tidak diminta membuang semua milik. Kita diminta memeriksa: dari sekian banyak yang kita genggam, mana yang sebenarnya sudah kita sembah? Jawabannya biasanya bukan yang paling mahal, melainkan yang paling sulit dilepas.

Tuhan, ringankanlah bawaanku, supaya tanganku bebas untuk memberi dan menggandeng. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →