‹ Semua renungan

Senin, 5 Juli 2027

Bantal Batu

Perantau tahu rasanya tidur di tempat asing. Kasur tipis di kos pertama. Tikar di rumah saudara. Kursi ruang tunggu terminal. Malam-malam seperti itu biasanya membuat orang merasa jauh dari mana-mana, termasuk jauh dari Tuhan.

Yakub sedang lari dari rumah ketika malam menyergapnya di jalan. Tidak ada penginapan. Ia mengambil sebuah batu, menjadikannya alas kepala, lalu tertidur. Justru di titik itu langit terbuka. Ia bermimpi melihat tangga menghubungkan bumi dan surga, dan mendengar janji: Aku menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.

Ketika bangun, Yakub berkata terkejut: sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya. Kalimat itu layak kita bawa pulang. Berapa banyak tempat yang kita anggap kosong dari Tuhan? Ruang tunggu rumah sakit. Dapur yang berantakan. Kamar kos yang sepi. Meja kerja yang menjemukan.

Yakub tidak menemukan Tuhan di tempat yang nyaman. Ia menemukan-Nya berbantal batu, dalam pelarian, dengan masa depan yang gelap. Betel, rumah Allah, ternyata bisa berdiri di tanah pelarian.

Malam ini, sebelum tidur, pandanglah kamar sendiri dan katakan pelan: Tuhan ada di tempat ini.

Tuhan, bukalah mataku untuk melihat-Mu di tempat-tempat yang kuanggap kosong dari Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →