‹ Semua renungan

Jumat, 25 Juni 2027

Tawa yang Sangsi

Ada tawa yang lahir dari gembira, ada tawa yang lahir dari tidak percaya. Coba sampaikan kabar yang terlalu bagus kepada orang yang sudah lama kecewa. Ia tidak akan marah. Ia akan tertawa. Ah, yang benar saja.

Abraham tertawa seperti itu. Sudah sembilan puluh sembilan tahun umurnya ketika Allah mengulangi janji: Sara akan melahirkan anak laki-laki. Abraham tertunduk dan tertawa dalam hatinya. Mungkinkah orang seratus tahun mendapat anak? Ia bahkan mengajukan rencana cadangan yang lebih masuk akal: ah, sekiranya Ismael saja yang diperkenankan hidup di hadapan-Mu.

Kita sering seperti itu. Menawar janji Allah dengan versi yang lebih kecil, yang kira-kira sanggup terwujud tanpa mukjizat. Tetapi Allah menolak rencana cadangan itu. Tidak, melainkan Sara akan melahirkan anak bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak. Nama itu berarti tertawa. Allah mengabadikan tawa sangsi Abraham menjadi nama sukacita.

Dalam Injil, seorang kusta datang dengan iman yang tidak menawar: jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku. Jawab Yesus tuntas: Aku mau, jadilah engkau tahir.

Janji Allah mana yang selama ini kita sambut dengan tawa sangsi dan rencana cadangan?

Tuhan, ubahlah tawaku yang tidak percaya menjadi tawa syukur, seperti Kauubah tawa Abraham menjadi Ishak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →