‹ Semua renungan

Sabtu, 19 Juni 2027

Duri yang Tidak Dicabut

Hampir setiap orang punya satu keluhan tubuh yang menahun. Lutut yang nyeri kalau dingin. Lambung yang kambuh saat pikiran penuh. Sudah berobat ke mana-mana, hasilnya sama. Akhirnya kita belajar hidup bersamanya.

Paulus juga punya. Kemarin ia bermegah atas kelemahannya; hari ini ia menunjuk sumbernya: suatu duri di dalam daging. Kita tidak tahu persis wujudnya. Yang kita tahu, tiga kali ia berseru agar duri itu diambil. Jawaban Tuhan bukan pencabutan, melainkan kalimat yang sejak itu menghidupi jutaan orang: cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.

Ada doa yang dijawab dengan kesembuhan. Ada doa yang dijawab dengan kekuatan untuk menanggung. Keduanya jawaban. Yang kedua sering lebih dalam, sebab kesembuhan mengubah keadaan, sedangkan kekuatan mengubah orangnya.

Injil hari ini memayungi semuanya: janganlah kuatir akan hidupmu. Pandanglah burung di langit. Perhatikanlah bunga bakung di ladang. Kekuatiran tidak menambah sehasta pun pada jalan hidup kita. Ia hanya mencuri hari ini untuk membayar besok yang belum tentu.

Duri apa yang masih kita tuntut Tuhan cabut, padahal mungkin Ia sedang berkata: rahmat-Ku cukup?

Tuhan, jika duriku tidak Kaucabut, tambahkanlah rahmat-Mu, supaya dalam lemahku kuasa-Mu tampak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →