Rabu, 16 Juni 2027
Tangan Kiri Tak Perlu Tahu
Zaman sekarang, kebaikan pun punya kamera. Menyumbang direkam, membagi sembako difoto, doa ditulis panjang supaya dibaca orang banyak. Tanpa unggahan, rasanya amal belum sah.
Yesus sudah lama membaca gejala ini. Ingatlah, jangan melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka. Tentang orang yang beramal sambil mencari puji, tiga kali Yesus mengulang kalimat yang sama: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tepuk tangan itu memang upah. Tunai, langsung cair, dan langsung habis. Yang beramal demi mata manusia sudah dibayar oleh mata manusia. Tidak ada sisa untuk dibayar Bapa.
Resep Yesus terdengar mustahil: janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Memberi yang begitu rahasia sampai diri sendiri pun tidak sempat mengaguminya.
Kemarin kita mendengar kemurahan jemaat Makedonia. Hari ini Paulus meneruskan: Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Bukan dengan sedih hati, bukan karena paksaan, dan boleh kita tambahkan, bukan demi sorotan.
Kebaikan yang tersembunyi tidak hilang. Ia hanya pindah pencatatnya: dari mata orang banyak ke hati Bapa yang melihat yang tersembunyi.
Kapan terakhir kita berbuat baik tanpa seorang pun tahu?
Tuhan, sembuhkan aku dari lapar pujian. Cukuplah mata-Mu yang melihat. Amin.