‹ Semua renungan

Selasa, 15 Juni 2027

Hujan di Semua Atap

Hujan tidak pernah memeriksa daftar nama sebelum turun. Ia membasahi sawah orang jujur dan sawah orang licik dengan deras yang sama. Matahari juga begitu. Pagi ini ia terbit di atas rumah orang yang kita sayangi dan di atas rumah orang yang menyakiti kita.

Kemarin Yesus mengajak kita berjalan di mil kedua. Hari ini Ia melangkah lebih jauh lagi: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Alasannya bukan supaya kita tampak mulia, melainkan supaya kita mirip Bapa, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik, menurunkan hujan bagi orang benar dan orang tidak benar.

Yesus lalu bertanya sederhana: kalau kamu hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu, apa lebihnya? Pemungut cukai pun berbuat begitu. Kasih yang hanya berbalas bukan kasih, melainkan barter.

Jemaat Makedonia dalam bacaan pertama memperlihatkan kasih yang melampaui hitungan itu: sangat miskin, namun kaya dalam kemurahan, memberi melampaui kemampuan. Sebab mereka mengenal Kristus, yang menjadi miskin supaya kita kaya.

Coba sebut satu nama yang paling sulit kita doakan. Sudahkah nama itu pernah kita bawa dalam doa, walau sekali?

Tuhan, Engkau menyinari semua orang tanpa pilih kasih. Lapangkanlah hatiku yang masih memilih-milih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →