‹ Semua renungan

Sabtu, 12 Juni 2027

Ya yang Bisa Dipegang

Orang Jawa punya sindiran halus: nggih nggih ora kepanggih. Mengiyakan dengan manis, lalu tidak pernah muncul. Kita semua pernah menjadi korbannya. Tukang yang berjanji datang besok pagi. Teman yang berkata nanti aku kabari. Besoknya sunyi.

Yesus hari ini memangkas semua itu: jika ya, katakan ya; jika tidak, katakan tidak. Lebih dari itu berasal dari si jahat. Pada zaman-Nya, orang bersumpah demi langit, demi bumi, demi Yerusalem, untuk mendongkrak kata-katanya yang kurang bisa dipercaya. Yesus melihat akarnya: kalau hati lurus, sumpah tidak perlu. Sumpah yang bertumpuk justru tanda kejujuran yang menipis.

Kemarin kita mendengar Paulus menyebut orang yang ada di dalam Kristus sebagai ciptaan baru. Salah satu tanda ciptaan baru itu sederhana sekali: perkataannya bisa dipegang. Sebab Kristus sendiri, tulis Paulus, adalah ya bagi semua janji Allah. Allah tidak pernah menggantung kita dengan kata mungkin.

Mulut kita adalah cermin kecil dari Allah yang kita sembah. Ia setia. Masakan kata-kata kita berbelok-belok?

Janji apa yang pernah kita ucapkan dengan ringan dan belum kita tunaikan sampai hari ini?

Tuhan, Engkau tidak pernah ingkar. Jadikanlah ya-ku sungguh ya, agar orang dapat membaca kesetiaan-Mu dari kata-kataku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →