‹ Semua renungan

Rabu, 9 Juni 2027

Rumah Tua yang Digenapi

Ada dua cara memperlakukan rumah tua warisan. Merobohkannya sampai rata, atau merawatnya: mengganti kayu yang lapuk, memperkuat fondasi, membiarkan bentuk aslinya tetap berdiri. Yang pertama cepat. Yang kedua penuh hormat.

Kemarin Yesus menyebut murid-Nya garam dan terang dunia. Hari ini Ia menegaskan sikap-Nya terhadap bangunan lama bernama Taurat: Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Satu iota pun, huruf terkecil dalam abjad Yunani, tidak akan ditiadakan. Yesus bukan pendobrak yang mengayunkan palu ke tembok lama. Ia pewaris yang tahu persis untuk apa rumah itu dulu dibangun, lalu menyelesaikannya. Yang lama tidak dibuang. Yang lama dirawat dan diberi napas.

Paulus melengkapi gambarnya. Hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. Huruf tanpa Roh memang seperti rumah tanpa penghuni: bentuknya utuh, tetapi dingin. Aturan dijalankan, hati tidak ikut. Sebaliknya, Roh tanpa kesetiaan pada firman mudah menjadi perasaan yang mengambang.

Iman kita membutuhkan keduanya: kesetiaan pada yang tertulis dan kehangatan Roh yang menghuninya.

Adakah perintah Tuhan yang selama ini kita jalankan seperti rumah kosong, rapi di luar, tak berpenghuni di dalam?

Tuhan, jangan biarkan imanku tinggal huruf. Hembusilah rumah tua hatiku dengan Roh-Mu yang menghidupkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →