‹ Semua renungan

Senin, 7 Juni 2027

Penghiburan yang Mengalir

Di rumah duka, kata-kata sering kehilangan daya. Orang yang datang melayat biasanya hanya duduk, menggenggam tangan, kadang ikut menangis. Anehnya, justru itu yang menguatkan.

Paulus membuka suratnya yang kedua kepada jemaat Korintus dengan memuji Allah sumber segala penghiburan. Lalu ia membuka rahasia cara kerja penghiburan itu: Allah menghibur kami dalam segala penderitaan, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang menderita dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Penghiburan itu seperti air. Ia mengalir dari yang pernah menerima kepada yang sedang membutuhkan. Orang yang paling bisa menguatkan biasanya bukan yang paling pintar bicara, melainkan yang pernah menangis di kursi yang sama.

Injil hari ini seperti gemanya. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Sabda bahagia memang daftar yang janggal: yang miskin, yang lapar, yang dianiaya justru disebut berbahagia. Bukan karena penderitaan itu enak, melainkan karena di titik itulah tangan Allah paling leluasa bekerja.

Barangkali kita sedang dihibur Allah lewat seseorang. Atau barangkali kita sedang diutus menjadi saluran penghiburan bagi orang lain. Keduanya rahmat.

Siapa di sekitar kita yang sedang duduk sendirian dalam dukanya?

Tuhan, penghiburan yang pernah Kauberikan kepadaku, jadikanlah bekal untuk kubagikan hari ini. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →