‹ Semua renungan

Sabtu, 5 Juni 2027

Timbangan yang Aneh

Uang receh sering dianggap bukan uang. Kembalian lima ratus perak dibiarkan tergeletak, kadang diganti permen. Terlalu ringan untuk dihitung.

Justru uang seringan itulah yang hari ini ditimbang Yesus. Ia duduk menghadap peti persembahan. Orang kaya memasukkan jumlah besar. Lalu seorang janda miskin memasukkan dua peser, pecahan paling receh pada zamannya. Kata Yesus, janda ini memberi paling banyak. Semua orang memberi dari kelimpahannya, ia memberi seluruh nafkahnya.

Timbangan Allah memang aneh. Yang dihitung bukan angkanya, melainkan sisa yang kita pegang setelah memberi. Memberi banyak sambil menyimpan lebih banyak itu mudah. Memberi sedikit yang merupakan segalanya, itu iman.

Kemarin kita mendengar Tobit yang celik matanya memuji Allah. Hari ini Rafael pamit dan membuka rahasianya: doa dan sedekah Tobit selama ini ternyata naik ke hadapan Tuhan. Lebih baik doa benar dan sedekah jujur daripada kekayaan yang lalim.

Hari ini pula kita mengenang Hati Tak Bernoda Maria. Bukankah Maria adalah janda miskin itu dalam bentuk paling penuh? Saat berkata jadilah padaku menurut perkataanmu, ia memasukkan seluruh hidupnya ke peti persembahan Allah.

Masihkah kita memberi Tuhan hanya dari kembalian hidup kita?

Tuhan, aku sering memberi-Mu sisa. Ajarilah aku memberi seperti janda itu dan seperti Maria: seluruhnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →