Sabtu, 29 Mei 2027
Jawaban Paling Aman
Ada dua macam pertanyaan. Pertanyaan murid yang sungguh ingin tahu, dan pertanyaan penguji yang sudah menyiapkan jerat. Kalimatnya bisa sama persis. Yang membedakan isi hatinya.
Para imam kepala dan ahli Taurat mendatangi Yesus di Bait Allah, masih panas oleh peristiwa kemarin, waktu meja-meja penukar uang dibalikkan. Pertanyaan mereka terdengar wajar: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?" Tetapi Yesus membaca isi hatinya. Ia balik bertanya tentang baptisan Yohanes, dari surga atau dari manusia. Lihatlah cara mereka berunding. Mereka tidak mencari mana yang benar. Mereka menghitung mana jawaban yang paling kecil risikonya. Ujungnya keluar jawaban paling aman sedunia: "Kami tidak tahu." Bukan tidak tahu, melainkan tidak mau tahu. Sebab tahu berarti harus berubah.
Bandingkan dengan Sirakh di bacaan pertama. Sejak muda ia mencari kebijaksanaan dalam doanya, mengejarnya sampai akhir hidup, dan tidak dikecewakan. Pencari yang jujur selalu menemukan. Penanya yang menjebak selalu pulang kosong, sebab jerat yang ia pasang akhirnya menjerat lidahnya sendiri.
Bagaimana kita bertanya kepada Tuhan selama ini? Sungguh mencari kehendak-Nya, atau sekadar mencari pembenaran atas keputusan yang sudah telanjur kita ambil?
Tuhan, berilah aku hati pencari yang jujur, yang berani menerima jawaban-Mu sekalipun harus berubah. Amin.